Mencuatnya sejumlah persoalan sosial akhir-akhir ini di Toraja Utara seperti penyalahgunaan narkoba, praktik perjudian, serta tantangan kesejahteraan masyarakat, kolaborasi lintas elemen dinilai menjadi kebutuhan yang tidak terpisahkan dalam menjaga ketahanan sosial masyarakat.
“Persoalan seperti narkoba dan judi bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi tantangan bersama yang membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat,” kata Bupati Toraja Utara, Frederik Victor Palimbong, S.T., S.M., M.Ak., saat menghadiri Persidangan III Persekutuan Kaum Bapak Gereja Toraja (PKBGT) Klasis Tallunglipu di Gereja Musafir Bolu, Selasa (24/3/2026).
Ia menegaskan bahwa peran gereja, termasuk PKBGT, memiliki posisi strategis dalam pembinaan moral dan spiritual yang diharapkan dapat terwujud melalui program kerja yang terencana dan berkelanjutan.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya sinergi antara gereja, keluarga, dan pemerintah dalam membentuk karakter generasi yang berintegritas serta memiliki ketahanan moral di tengah perubahan sosial yang semakin kompleks.
Pemerintah Kabupaten Toraja Utara, lanjutnya, juga tengah menyiapkan langkah strategis untuk memperjelas batas antara praktik adat dan aktivitas yang tergolong perjudian guna mendukung penegakan hukum yang lebih tepat dan terarah.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati mengapresiasi pelaksanaan persidangan yang dinilai tidak hanya menjadi forum organisasi, tetapi juga ruang untuk merumuskan peran konkret dalam merespons dinamika sosial di tengah masyarakat.
Sementara itu, Persidangan III PKBGT Klasis Tallunglipu turut membahas program kerja organisasi serta menetapkan kepengurusan baru untuk periode 2026–2030.
Ketua PKBGT Klasis Tallunglipu terpilih, Pnt. Mika Sa’ ti Pairunan, menyampaikan bahwa persidangan ini menjadi momentum untuk memperkuat komitmen pelayanan sekaligus mempererat kebersamaan antaranggota dalam menjalankan tugas pelayanan.
Diskominfo-SP - 2026















